Semakin tingginya minat cryptocurrency memancing munculnya koin-koin baru atau yang biasa disebut altcoin (coin selain Bitcoin), dan salah satunya adalah e-dinarcoin. E-dinarcoin saat ini dikenal dengan EDC blockchain dikembangkan pada awal 2016 di 10 negara. Namun saat ini jumlah pengguna bertambah ini mencapai lebih dari satu juta pengguna di 57 negara.
Cryptocurrency menjadi salah satu alat transaksi pembayaran di dunia. E-dinarcoin atau EDC blockchain dianggap sebagai mata uang digital era baru, yakni edinar lebih dari sebatas currency pada umumnya karena dibuat dengan asas dari rakyat untuk rakyat.
Kelebihan dari cryptocurrency salah satunya adalah mata uang digital ini bisa dipalsukan. Nilai dari cryptocurrency ditentukan oleh kekuatan pasar (penawaran dan permintaan). Hal mendasar dari adanya cryptocurrency adalah sistem yang memakai teknologi blockchain guna mengamankan transaksi.
Blockchain ini petugas untuk mencatat seluruh transaksi dengan terbuka. Dalam sistemnya saat ini yang dikenal adalah LPoS dan LPoW. Teknologi yang digunakan EDC block chain adalah LPoS (Leased Proof of Stake), berbeda dengan bitcoin yang menggunakan (Leased Proof of Work), kinerja yang bergantung pada kekuatan komputer untuk bisa memecahkan algoritma paling cepat untuk menyelesaikan transaksi.
Teknologi LPoS memungkinkan penggunanya mendapatkan hasil mining sesuai dengan jumlah koin yang dimilikinya. Secara umum ini lebih menguntungkan dibanding sistem LPoW, yang mana sistem ini mengandalkan kinerja mesin untuk mendapatkan hasil Mining.
